KKNT, 80 masiswa STIPER Jayapura ikut bertani dan buat kolam lele bersama warga Sentani
Sebanyak 80 mahasiswa Santho Thomas Aquinas (STIPER) Jayapura melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan beberapa program yang telah dilaksanakan di kampus.
.jpg)
Elshinta.com - Sebanyak 80 mahasiswa Santho Thomas Aquinas (STIPER) Jayapura melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan beberapa program yang telah dilaksanakan di kampus.
Pelaksanaan KKNT tersebut juga merupakan salah program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam pembangunan nasional. Selain itu, mahasiswa tersebut juga sebagai subjek dalam kegiatan bersama masyarakat untuk melaksanakan pembangunan terutama mengubah pola pikir serta pengetahuan masyarakat yang sedang berkembang saat ini.
Ketua Panitia KKNT Stiper Jayapura Dominggus .M.D.Tatuhey mengatakan pada KKNT ada 5 program unggulan yang dikerjakan para mahasiswa di wilayah Kabupaten Jayapura. “Program KKNT mahasiswa ini dilaksanakan setelah survey bersama aparat kampung Kemiri untuk lihat langsung permasalahan masyarakat di wilayah tersebut sehingga bisa membantu benahi masalah di kampung itu,” ujar Dominggus, Minggu (21/1/2024).
Dominggus menyampaikan pada kegiatan KKNT tersebut para mahasiswa membuat 5 kolam lele, penghijauan dan memberikan bibit tanaman bagi masyarakat seperti pembenahan kandang ternak yang baik, kebun percontohan serta keterampilan olah makanan seperti cara membuat bakso dan nuget.
“Semua kegiatan kuliah kerja nyata mahasiswa ini bisa terlaksana atas partisipasi semua unsur baik masayarakat serta dosen dari masing-masing program studi. Kita harap apa yang telah dilakukan bisa merubah kondisi dan pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang mereka miliki ,baik pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya,” ujar Dominggus seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Senin (22/1).
Ia mengatakan, hasil dari KKNT mahasiswa itu bisa diterapkan di tempat lain karena mereka telah mempunyai dasar yang baik dalam bidang-bidang tersebut pertanian.
Penanggung Jawab KKNT Selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Stiper Santo Tomas Aquinas Jayapura, Selvia Tharukliling mengatakan mahasiswa ini merupakan komponen yang ikut serta bertanggung jawab dalam upaya pembangunan masyarakat yang berkualitas sebagaimana yang tertuang dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.
Menurut dia, KKNT yang dilaksanakan pada tahun ini akan jadi aplikasi dari kurikulum merdeka belajar. “Mahasiswa didorong untuk dapat menangkap berbagai fenomena yang ada pada masyarakat dan berkontribusi secara nyata berdasarkan keilmuan yang dimilikinya untuk saling bekerjasama dalam menangani masalah pada masyarakat,”kata Selvia.
Dikatakannya, kehadiran kampus STIPER di Kampung Kemiri Sentani harusnya menjadi perhatian dari pemerintah setempat karena kampus tersebut bekerjasama dalam pengembangan bidang pertanian, perikanan, perkebunan, jasa sehingga bisa bermanfaat bagi semua orang khususnya bagi warga kampung Kemiri.
Di tempat yang sama Kepala Kampung Kemiri, Lister Suebu menyampaikan peran serta mahasiswa melalui KKNT sangat bermanfaat bagi maksyarakat. “Lewat KKNT ini kami mendapat banyak ilmu dan keterampilan, seperti cara membuat kolam yang baik dan benar, keterampilan olah makanan yang bisa memberikan semangat bagi mahasiswa untuk bisa memanfaatkan potensi yang dimilikinya," ujarnya.
Menurut dia, masyarakat kampung Kemiri sebagian besar penduduknya adalah petani dan peternak. Oleh karena itu bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan mahasiswa secara langsung itu lebih di butuhkan masyarakat untuk merubah pola pikir sehingga mampu memanfaatkan potensi yang ada.
Nerri Salawala Salah Satu dari peserta KKNT juga merespon secara positif dimana peserta KKNT langsung bekerja bersama dengan masyaakat maupun lintas keilmuan dan memberikan manfaat bagi mahasiswa.
“Ilmu yang kami dapat di kampus dapat kami aplikasikan pada masyarakat, tetapi ada juga ilmu yang kami dapat ketika kami berbaur dengan masyarakat maupun teman mahsiswa dari jurusan lain,” ujarnya.